PDA

View Full Version : Bila orang lain berbuat salah


volkov
11-02-2006, 09:56 PM
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Orang yang pasti tidak nyaman dalam keluarga, orang yang pasti tidak
tentram dalam bertetangga, orang yang pasti tidak nikmat dalam bekerja
adalah orang-orang yang paling busuk hatinya. Yakinlah, bahwa semakin hati
penuh kesombongan, semakin hati suka pamer, ria, penuh
kedengkian,kebencian, akan habislah seluruh waktu produktif kita hanya
untuk meladeni kebusukan hati ini. Dan sungguh sangat berbahagia bagi
orang-orang yang berhati bersih, lapang, jernih, dan lurus, karena memang
suasana hidup tergantung suasana hati. Di dalam penjara bagi orang yang
berhati lapang tidak jadi masalah. Sebaliknya, hidup di tanah lapang tapi
jikalau hatinya terpenjara, tetap akan jadi masalah.

Salah satu yang harus dilakukan agar seseorang terampil bening hati
adalah kemampuan menyikapi ketika orang lain berbuat salah. Sebab, istri
kita akan berbuat salah, anak kita akan berbuat salah, tetangga kita akan
berbuat salah, teman kantor kita akan berbuat salah, atasan di kantor kita
akan berbuat salah karena memang mereka bukan malaikat. Namun sebenarnya
yang jadi masalah bukan hanya kesalahannya, yang jadi masalah adalah
bagaimana kita menyikapi kesalahan orang lain.

Sebetulnya sederhana sekali tekniknya, tekniknya adalah tanya pada
diri, apa sih yang paling diinginkan dari sikap orang lain pada diri
kita
ketika kita berbuat salah ?! Kita sangat berharap agar orang lain tidak
murka kepada kita. Kita berharap agar orang lain bisa memberitahu kesalahan
kita dengan cara bijaksana. Kita berharap agar orang lain bisa
bersikap santun dalam menikapi kesalahan kita. Kita sangat tidak ingin
orang lain marah besar atau bahkan mempermalukan kita di depan umum.
Kalaupun hukuman dijatuhkan, kita ingin agar hukuman itu dijatuhkan dengan
adil dan penuh etika. Kita ingin diberi kesempatan untuk memperbaiki
diri.Kita juga ingin disemangati agar bisa berubah. Nah, kalau
keinginan-keinginan ini ada pada diri kita, mengapa ketika orang lain
berbuat salah, kita malah mencaci maki, menghina, memvonis, memarahi,
bahkan tidak jarang kita mendzalimi ?!

Ah, Sahabat. Seharusnya ketika ada orang lain berbuat salah, apalagi
posisi kita sebagai seorang pemimpin, maka yang harus kita lakukan adalah
dengan bersikap sabar pangkat tiga. Sabar, sabar, dan sabar. Artinya, kalau
kita jadi pemimpin, dalam skala apapun, kita harus siap untuk dikecewakan.
Mengapa? Karena yang dipimpin, dalam skala apapun, kita harus siap untuk
dikecewakan. Mengapa ? Karena yang dipimpin kualitas pribadinya belum tentu
sesuai dengan yang memimpin. Maka, seorang pemimpin yang tidak siap
dikecewakan dia tidak akan siap memimpin.

Oleh karena itu, andaikata ada orang melakukan kesalahan, maka sikap mental
kita, pertama, kita harus tanya apakah orang berbuat salah ini tahu atau
tidak bahwa dirinya salah ? Kenapa ada orang yang berbuat salah dan dia
tidak mengerti apakah itu suatu kesalahan atau bukan. Contoh yang
sederhana, ada seorang wanita dari desa yang dibawa ke kota untuk bekerja
sebagai pembantu rumah tangga. Ketika hari-hari pertama bekerja, dia sama
sekali tidak merasa bersalah ketika kran-kran air di kamar mandi, toilet,
wastafel, tidak dimatikan sehingga meluber terbuang percuma, mengapa ?
Karena di desanya pancuran air untuk mandi tidak ada yang pakai kran, di
desanya tidak ada aturan penghematan air, di desanya juga tidak ada
kewajiban membayar biaya pemakaian air ke PDAM, sebab di desanya air masih
begitu melimpah ruah. Tata nilai yang berbeda membuat pandangan akan suatu
kesalahan pun berbeda. Jadi, kalau ada orang yang berbuat salah, tanya
dululah, dia tahu tidak bahwa ini sebuah kesalahan.Lalu, kalau dia belum
tahu kesalahannya, maka kita harus memberi tahu,bukannya malah memarahi,
memaki, dan bahkan mendzalimi. Bagaimana mungkin kita memarahi orang yang
belum tahu bahwa dirinya salah, seperti halnya, bagaimana mungkin kita
memarahi anak kecil yang belum tahu tata nilai perilaku orang dewasa seumur
kita ? Misal, di rumah ada pembantu yang umurnya baru 24 tahun, sedangkan
kita umurnya 48 tahun, hampir separuhnya.Bagaimana mungkin kita
menginginkan orang lain sekualitas kita, sama kemampuannya dengan kita,
sedangkan kita berbuat begini saja sudah rentang ilmu begitu panjang yang
kita pelajari, sudah rentang pengalaman begitu panjang pula yang kita
lalui.

Sebuah pengalaman, dulu ketika pulang sehabis diopname beberapa hari di
rumah sakit karena diuji dengan sakit. Saat tiba di rumah, ada kabar
tidak enak, yaitu omzet toko milik pesantren menurun drastis! Meledaklah
kemarahan, "Kenapa ini santri bekerja kok enggak sungguh-sungguh ? Lihat
akibatnya, kita semua jadi rugi! Pimpinan sakit harusnya berjuang
mati-matian!".

Tapi alhamdulillah, istri mengingatkan, "Sekarang ini Aa umur 32 tahun,
santri yang jaga umurnya 18 tahun. Bedanya saja 14 tahun, bagaimana
mungkin kita mengharapkan orang lain melakukan seperti apa yang mampu kita
lakukan saat ini, sementara dia ilmunya, kemampuannya, dan juga
pengalamannya masih terbatas?! Mungkin dia sudah melakukan yang terbaik
untuk seusianya. Bandingkan dengan kita pada usia yang sama, bisa jadi
ketika kita berumur 18 tahun, mungkin kita belum mampu untuk jaga toko".

Subhanallah, pertolongan ALLAH datang dari mana saja. Oleh karena itu,kalau
melihat orang lain berbuat salah, lihat dululah, apakah dia ini tahu atau
tidak bahwa yang dilakukannya ini suatu kesalahan. Kalau toh dia belum tahu
bukannya malah dimarahi, tapi diberi tahu kesalahannya, "De', ini salah,
harusnya begini".

Maka tahap pertama adalah memberitahu orang yang berbuat salah dari tidak
tahu kesalahannya menjadi tahu dimana letak kesalahan dirinya. Selalu kita
bantu orang lain mengetahui kesalahannya.

Tahap kedua, kita bantu orang tersebut mengetahui jalan keluarnya,
karena ada orang yang tahu itu suatu masalah, tapi dia tidak tahu
harus bagaimana menyelesaikannya? Maka, posisi kita adalah membantu orang
yang berbuat salah mengetahui jalan keluarnya. Hal yang menarik, ketika
dulu zaman pesantren masih sederhana, ketika masih berupa kost-kostan
mahasiswa, muncul suatu masalah di kamar paling pojok yang dihuni seorang
santri mahasiswi, yaitu seringnya bocor ketika hujan turun, "Wah, ini
massalah nih, tiap hujan kok bocor lagi, bocor lagi".

Dia tahu ini masalah, tapi dia tidak tahu bagaimana cara
mengatasinya. Kita harus bantu, tapi bantuan kita yang paling bagus
adalah bukan menyelesaikan masalah, tapi membantu dia supaya bisa
menyelesaikan masalahnya. Sebab, bantuan itu ada yang langsung
menyelesaikan masalah, namun kelemahan bantuan ini, yaitu ketika kita
membantu orang dan kita menyelesaikannya, ujungnya orang ini akan nyantel
terus, ia akan punya ketergantungan kepada kita, dan yang lebih berbahaya
lagi kita akan membunuh kreatifitasnya dalam menyelesaikan suatu masalah.
Bantuan yang terbaik adalah memberikan masukan bagaimana cara memperbaiki
kesalahan.

Dan tahap yang ketiga adalah membantu orang yang berbuat salah
agar tetap bersemangat dalam memperbaiki kesalahan dirinya. Ini lebih
menyelesaikan masalah daripada mencaci, memaki, menghina, mempermalukan,
karena apa?

Karena anak kita adalah bagian dari diri kita, istri kita adalah bagian
dari keluarga kita, saudara-saudara kita adalah bagian dari khazanah
kebersamaan kita, kenapa kita harus penuh kebencian, kedengkian, menebar
kejelekan, ngomongin kejelekan, apalagi dengan ditambah-tambah, dibeberkan
aib-aibnya, bagaimana ini ? Lalu, apa yang berharga pada diri kita
?Padahal, justru kalau kita melihat orang lain salah, maka posisi kita
adalah ikut membantu memperbaiki kesalahannya.

Nah, Sahabat. Selalulah yang kita lakukan adalah berusaha membantu agar
orang yang berbuat salah mampu menyelesaikan masalah yang
dihadapinya.Membantu orang yang berbuat salah mengetahui bahwa yang
dilakukannya adalah suatu kesalahan. Membantu orang yang berbuat salah agar
ia tahu bagaimana cara memperbaiki kesalahannya. Dan membantu orang yang
berbuat salah agar tetap bersemangat dalam memperbaiki kesalahan dirinya.

Melihat orang yang belum shalat, justru harus kita bantu dengan
mengingatkan dia tentang pentingnnya shalat, membantu mengajarinya tata
cara shalat yang benar, membantu dengan mengajaknya supaya dia tetap
bersemangat untuk melaksanakan shalat secara istiqamah. Lihat pemabuk,
justru harus kita bantu supaya pemabuk itu mengenal bahayanya mabuk,
membantu mengenal bagaimana cara menghentikan aktivitas mabuk.

Artinya, selalulah posisikan diri kita dalam posisi siap membantu.
Walhasil, orang-orang yang pola pikirnya selalu rindu untuk membantu
memperbaiki kesalahan orang lain, dia tidak akan pernah benci kepada
siapapun.

Tentu saja ini lebih baik, dibanding orang yang hanya bisa
meremehkan,mencela, menghina, dan mencaci. Padahal orang lain berbuat
kesalahan, dan kita pun sebenarnya gudang kesalahan.

kandalo
11-08-2006, 07:05 PM
Ngomong-ngomong iku diterapno yooo

jaylangkung
11-09-2006, 05:12 PM
:D
males ahhh... :D

volkov
11-10-2006, 06:19 PM
Aku yo...dhurung sempet moco kabeh kok...http://lareosing.org/img/1.gifhttp://lareosing.org/img/1.gif

warnie_peach
11-13-2006, 09:29 AM
hayoooooooooooo.........MiSter vOlkOv,kelihataN cOpy-Paste yoooo!!!
hehekhekhekhek

Red_LarOs
11-13-2006, 10:03 AM
Weh..........
LarOs iso sadar po ra kie?...:rolleyes:

volkov
11-13-2006, 06:02 PM
Kalo saya sudah sadar... pasti tulisan yang paling atas bukan
oleh : KH. Gymanstiar

Tapi.....
oleh : Mr. Volkov

http://lareosing.org/img/8.gif

jaylangkung
11-14-2006, 12:48 AM
Weh..........
LarOs iso sadar po ra kie?...:rolleyes:

iso kang.. tenang ae.. masih dibatas kewajaran kok..http://lareosing.org/img/a4.gifhttp://lareosing.org/img/a4.gif

iyout!
11-17-2006, 05:39 PM
koyo'e wong wong iki isone ngomong thok......tapi mugo2 ae ndang sadarhttp://lareosing.org/img/18.gif

warnie_peach
11-22-2006, 01:43 PM
ngomong ma gampang cba kongkon nglakokno.......abottt eram.......

Red_LarOs
11-23-2006, 09:44 PM
ngomong ma gampang cba kongkon nglakokno.......abottt eram.......

nglakokno opo kui? kok abottt eram......ehmmmm...
nglakokne montor tapi di surung hehehehehe:D

volkov
11-23-2006, 10:55 PM
ono sing luih abot mas & mbak .....
ngelakokno sepur tebu dhowone 60 gerbong...http://lareosing.org/img/14.gif
disurung ngaggo ilat... http://lareosing.org/img/14.gif
dalane rodok munggah..... http://lareosing.org/img/14.gif

LooK_Out
02-07-2007, 05:44 PM
ono sing luih abot mas & mbak .....
ngelakokno sepur tebu dhowone 60 gerbong...http://lareosing.org/img/14.gif
disurung ngaggo ilat... http://lareosing.org/img/14.gif
dalane rodok munggah..... http://lareosing.org/img/14.gif

:rolleyes: hemZZZ klu keretaNya kereta mainan gmn? p msh berat?.,,
yang paling berat tu mempersentasikan TA ditanya Yang Macem2

better
02-22-2007, 08:48 AM
Kalo saya sudah sadar... pasti tulisan yang paling atas bukan
oleh : KH. Gymanstiar

Tapi.....
oleh : Mr. Volkov

http://lareosing.org/img/8.gif
Mangkane om lek Copy paste iku yo mbok delok delok

budi
02-24-2007, 12:23 AM
ono sing luih abot mas & mbak .....
ngelakokno sepur tebu dhowone 60 gerbong...http://lareosing.org/img/14.gif
disurung ngaggo ilat... http://lareosing.org/img/14.gif
dalane rodok munggah..... http://lareosing.org/img/14.gif


jane ono maneh sing luwih abottt...
"...kon mutus 'genda'An..."
yo gakkk...?? :a5:

bame
02-24-2007, 06:54 PM
om gendaan iku opo podo karo nggeendo iku ta ommmmm....
http://lareosing.org/img/a4.gifhttp://lareosing.org/img/a4.gif

budi
02-24-2007, 11:46 PM
om gendaan iku opo podo karo nggeendo iku ta ommmmm....
http://lareosing.org/img/a4.gifhttp://lareosing.org/img/a4.gif

kurang lebih yo ngini kuwi lahhh.......!!!