PDA

View Full Version : A little thing to know about OSING SOSIOLINGUISTIC


Na2nk
06-04-2007, 12:15 AM
Bahasa Osing

Jumlah dan Wilayah Persebaran

Jumlah penduduk asli Banyuwangi yang sering disebut sebagai “Lare Osing” atau “laros” ini diperkirakan mencapai 500 ribu jiwa dan secara otomatis menjadi pendukung tutur Bahasa Jawa Osing ini. Penutur Bahasa Jawa-Osing ini tersebar terutama di wilayah tengah kabupaten Banyuwangi, terutama kecamatan-kecamatan sebagai berikut :

* Kabat
* Rogojampi
* Glagah
* Kalipuro
* Srono
* Cluring
* Giri
* sebagian kota Banyuwangi
* Gambiran
* Singojuruh
* sebagian Genteng
* Licin

Sedangkan wilayah lainnya adalah wilayah tutur campuran baik Bahasa Jawa ataupun Bahasa Madura. Selain di Banyuwangi, penutur bahasa ini juga dapat dijumpai di wilayah kabupaten Jember, terutama di Dusun Krajan Timur, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember. Namun dialek Osing di wilayah Jember ini telah banyak terpengaruh bahasa Jawa dan Madura disamping dikarenakan keterisolasiannya dari daerah Osing di Banyuwangi.

Sistem Pengucapan atau Fonologi

Bahasa Jawa Osing mempunyai keunikan dalam sistem pelafalannya, antara lain:

* Adanya diftong [ai] untuk vokal [i] : semua leksikon berakhiran “i” pada bahasa Jawa Osing khususnya Banyuwangi selalu terlafal “ai”. Seperti misalnya “geni” terbaca “genai”, “bengi” terbaca “bengai”, “gedigi” (begini) terbaca “gedigai”.
* Adanya diftong [au] untuk vokal [u]: leksikon berakhiran “u” hampir selalu terbaca “au”. Seperti “gedigu” (begitu) terbaca “gedigau”, “asu” terbaca “asau”, “awu” terbaca “awau”.
* Lafal konsonan [k] untuk konsonan [q]. Di Bahasa Jawa, terutama pada leksikon berakhiran huruf “k” selalu dilafalkan dengan glottal “q”. Sedangkan di Bahasa Jawa Osing, justru tetap terbaca “k” yang artinya konsonan hambat velar. antara lain “apik” terbaca “apiK”, “manuk”, terbaca “manuK” dan seterusnya.
* Konsonan glotal [q] yang di Bahasa Jawa justru tidak ada seperti kata [piro’], [kiwo’] dan demikian seterusnya.
* Palatalisasi [y]. Dalam Bahasa Jawa Osing, kerap muncul pada leksikon yang mengandung [ba], [pa], [da], [wa]. Seperti “bapak” dilafalkan “byapak”, “uwak” dilafalkan “uwyak”, “embah” dilafalkan “embyah”, “Banyuwangi” dilafalkan “byanyuwangai”, “dhawuk” dibaca “dyawuk”

Varian Bahasa Osing

Bahasa Jawa Osing mempunyai banyak kesamaan dan memiliki kosakata Bahasa Jawa Kuna yang masih tertinggal. Namun di wilayah Banyuwangi sendiri terdapat variasi penggunaan dan kekunaan juga terlihat disitu. Varian yang dianggap Kunoan terdapat utamanya diwilayah “Giri” dan “Glagah”, dimana bahasa Osing disana masih dianggap murni. Sedangkan Bahasa Jawa Osing di Kabupaten Jember telah banyak terpengaruh bahasa Jawa dan Madura. Serta pelafalan yang berbeda dengan Bahasa Jawa Osing di Banyuwangi.
Gaya Penggunaan Bahasa

Di kalangan masyarakat Osing, dikenal dua gaya bahasa yang satu sama lain ternyata tidak saling berhubungan. Yakni Cara Osing dan Cara Besiki. Cara Osing adalah gaya bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari, dan tidak mengenal bentuk Ngoko-Krama seperti layaknya Bahasa Jawa umumnya. Yang menjadi pembedanya adalah pronomina yang disesuaikan dengan kedudukan lawan bicara, misalnya :

* Siro wis madhyang? = kamu sudah makan?
* Riko wis madhyang? = anda sudah makan?

Sedangkan Cara Besikiadalah bentuk “Jawa Halus” yang dianggap sebagai bentuk wicara ideal. akan tetapi penggunaannya tidak seperti halnya masyarakat Jawa, Cara Besiki ini hanya dipergunakan untuk kondisi-kondisi khusus yang bersifat keagamaan dan ritual, selain halnya untuk acara pertemuan menjelang perkawinan.
Kosakata

Kosakata Bahasa Jawa Osing berakar langsung dari bahasa Jawa Kuna, dimana banyak kata-kata kuna masih ditemukan disana, disamping itu, pengaruh Bahasa Bali juga sedikit signifikan terlihat dalam bahasa ini. Seperti kosakata sing (tidak) dan bojog (monyet).

Pengaruh Bahasa Inggris juga masuk kedalam bahasa ini melalui para tuan tanah yang pernah tinggal dikawasan tersebut, seperti dalam kata :

* Sulung dari kata so long namun bermakna duluan
* Nagud dari kata no good bermakna jelek



Maaf barangkali ada yang salah......
Untuk master2 Osing FKLaros bantuin yaahh...?

jaylangkung
06-04-2007, 12:31 AM
dapet di wikipedia yak bos??:D

udah 99% bener itu bos.. :D

Na2nk
06-04-2007, 12:42 AM
dapet di wikipedia yak bos??:D

udah 99% bener itu bos.. :D


:Diiiyyyaaa booss...cuman copy paste aja ,maksudku 100% exactly like Quoted Source-nya nggaakk? xi:xixxiiiixi:xiii:xixi:xi:xixi:xi:xixi:xiiii:xixi :D Namanya juga usaha.....semoga aja bermanfaat for all member of this forum....

jaylangkung
06-04-2007, 01:12 AM
:Diiiyyyaaa booss...cuman copy paste aja ,maksudku 100% exactly like Quoted Source-nya nggaakk? xi:xixxiiiixi:xiii:xixi:xi:xixi:xi:xixi:xiiii:xixi :D Namanya juga usaha.....semoga aja bermanfaat for all member of this forum....

seeepppp itu dah 99% bener bos..

siro/hiro wes madyang? artinya = kamu sudah makan ??
riko wes madyang?? artinya anda sudah makan??

karena bahasa osing udha hampir punah, maka kita lagi giatin budaya yang ada bos.. so..

maap yak kalo kmaren saya ada kesalahan posting ato reply yang kurang berkenan :D
piss

akarui
06-04-2007, 08:33 AM
isun durung madang ikai kang, onok tah sing gawe madang??

auh..bengong e, nang kene konco2 podo soko jawa tengah karo jogja..campur aduk bahasane...:D